Sabtu, 07 Oktober 2017

EKSISTENSI BUDAYA INDONESIA DI ERA GLOBALISASI



   Merambahnya budaya asing ke Indonesia melalui media massa serta media dunia maya  sangat mempengaruhi perkembangan budaya Indonesia. Proses saling mempengaruhi adalah gejala yang wajar dalam interaksi antar masyarakat. Melalui interaksi dengan berbagai masyarakat lain, bangsa Indonesia ataupun kelompok-kelompok masyarakat yang mendiami Nusantara telah mengalami proses dipengaruhi dan mempengaruhi.

             Pada hakekatnya bangsa Indonesia juga bangsa-bangsa lain berkembang karena adanya pengaruh-pengaruh luar. Kemajuan bisa dihasilkan oleh interaksi dengan pihak luar, hal inilah yang terjadi dalam proses globalisasi.

              Banyak faktor yang menyebabkan budaya lokal dilupakan dimasa sekarang ini, misalnya masuknya budaya asing. Masuknya budaya asing ke suatu negara sebenarnya merupakan hal yang wajar, asalkan budaya tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa. Namun pada kenyataannya budaya asing mulai mendominasi sehingga budaya lokal mulai dilupakan.

Ini semua terjadi karena telah bergesernya tatanan nilai budaya luhur seiring dengan masuknya budaya asing yang diterima mentah-mentah oleh masyarakat Indonesia tanpa penyaringan terlebih dahulu dan menyebabkan berubahnya gaya hidup, pakaian, pola pikir dan sebagainya. Jika hal ini terus dibiarkan lama kelamaan akanmembuat Indonesia kehilangan jati dirinya sebagai suatu bangsa.

     Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, dijelaskan bahwa : “Eksistensi artinya keberadaan, keadaan, adanya” (Idrus, 1996 : 95).

     Selain itu dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dikemukakan bahwa : “Eksistensi ; kebendaan, adanya” (Tim Penyusun, 2005 ; 288).

     Berdasarkan penjelasan tersebut di atas, maka yang dimaksud dengan eksistensi adalah suatu keberadaan atau keadaan.

                           Cara Melestarikan Eksistensi Budaya Nasional di Era Globalisasi

     Pelestarian adalah suatu proses atau teknik yang didasarkan pada kebutuhan individu itu sendiri. Kelestarian tidak dapat berdiri sendiri. Oleh karena itu harus dikembangkan pula. Melestarikan suatu kebudayaan pun dengan cara mendalami atau paling tidak mengetahui tentang budaya itu sendiri.

     Sebagai warga negara Indonesia, kita wajib melestarikan budaya-budaya negara kita sendiri agar tidak luntur atau hilang. Contohnya seperti tarian,makanan khas,baju daerah,dan sebagainya. Karena budaya yang kita punya dapat mencerminkan kepribadian bangsa kita yaitu Indonesia. Walaupun Indonesia memiliki berbagai macam suku dan adat tetapi tetap saja itu semua merupakan satu bagian dari kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

                            Cara Mempertahankan Budaya Nasional di Era Globalisasi

     Peran kebijaksanaan pemerintah yang lebih mengarah kepada pertimbangan-pertimbangan ekonomi dari pada cultural atau budaya dapat dikatakan merugikan suatu perkembangan kebudayaan. Jennifer Lindsay (1995) dalam bukunya yang berjudul ‘Cultural Policy And The Performing Arts In South-East Asia’, mengungkapkan kebijakan kultural di Asia Tenggara saat ini secara efektif mengubah dan merusak seni-seni pertunjukan tradisional, baik melalui campur tangan, penanganan yang berlebihan, kebijakan-kebijakan tanpa arah, dan tidak ada perhatian yang diberikan pemerintah kepada kebijakan kultural atau konteks kultural.

Selain hal-hal tersebut diatas, masih ada berbagai cara dalam mempertahankan budaya, salah satunya adalah sebagai berikut
1.      Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam memajukan budaya  lokal
2.   Lebih mendorong kita untuk memaksimalkan potensi budaya lokal beserta pemberdayaan danpelestariannya
3.   Berusaha menghidupkan kembali semangat toleransi, kekeluargaan, keramah-tamahan dan solidaritasyang tinggi.
4.     Selalu mempertahankan budaya Indonesia agar tidak punah
5.     Mengusahakan agar semua orang mampu mengelola keanekaragaman budaya local

     Kebudayaan lokal Indonesia adalah kebudayaan yang hanya dimiliki oleh bangsa indonesia dan setiapkebudayaan mempunyai ciri khas masing–masing. Bangsa indonesia juga sangat mempunyai kebudayaan lokalyang sangat kaya dan beraneka ragam oleh sebab itu sebagai penerus kita wajib menjaganya karena ketahanankebudayaan lokal berada pada generasi mudanya dan jangan sampai kita terbuai apalagi terjerumus pada budaya asing karena tidak semua budaya asing sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia bahkan disimpulkan tidak sedikit kebudayaan asing membawa dampak negatif.

    Globalisasi budaya yang begitu pesat harus diantisipasi dengan memperkuat identitas kebudayaan nasional. Berbagai kesenian tradisional yang sesungguhnya menjadi aset kekayaan kebudayaan nasional jangan sampai hanya menjadi alat atau slogan para pemegang kebijaksanaan, khususnya pemerintah, dalam rangka keperluan turisme, politik dan sebagainya.

     Eksistensi di artikan sebagai keberadaan, dimana keberadaan yang di maksud adalah adanya pengaruh atas ada atau tidak adanya kita.

     Arus globalisasi saat ini telah menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan budaya bangsa Indonesia. Derasnya arus informasi dan telekomunikasi ternyata menimbulkan sebuah kecenderungan yang mengarah terhadap memudarnya nilai-nilai pelestarian budaya. Keanekaragaman budaya menjadi suatu kebanggaan sekaligus tantangan untuk mempertahankan serta mewarisi kepada generasi selanjutnya. Keanekaragaman budaya menjadi suatu kebanggaan sekaligus tantangan untuk mempertahankan serta mewarisi kepada generasi selanjutnya.

      Suatu kesalahan yang sangat besar bagi masyarakat apabila selalu membiarkan para generasi mudanya terpengaruh oleh pengaruh-pengaruh negatif yang datang dari luar mengingat sekarang adanya negara lain yang mengakui kebudayaan di Indonesia. Oleh sebab itu, sebagai generasi muda yang merupakan pewaris budaya bangsa, hendaknya memelihara seni budaya demi masa depan anak cucu.

Jumat, 29 September 2017

SEJARAH DAN GENERASI KOMPUTER



SEJARAH KOMPUTER
        Kata komputer berasal dari bahasa Latin yaitu Computare yang artinya hitung atau menghitung. Dalam bahasa Inggris disebut to compute.
        Pada awalnya, kata komputer dipakai untuk menggambarkan orang yang melakukan pekerjaan perhitungan aritmetika, baik dengan ataupun tanpa alat bantu, tetapi kemudian kata "komputer" ini dipindahkan kepada mesin atau alat hitung itu sendiri.
        Secara definisi komputer diterjemahkan sebagai sekumpulan alat elektronik yang saling bekerja sama, dapat menerima data (input), mengolah data (proses) dan memberikan informasi (output) serta terkoordinasi dibawah kontrol program yang tersimpan di memorinya.
        Sejarah komputer berawal dari ditemukan abakus atau sempoa sekitar 5000 tahun yang lalu sebagai alat hitung pertama. Alat ini ditemukan petama kali dalam sejarah Babilonia Kuno, berbentuk belahan papan di atasnya ditaburi pasir sehingga orang bisa menulis atau menghitung. Lalu pada tahun 1812, Charles Babbage (1791-1871) seorang profesor matematika berkewarganegaraan Inggris, memajukan piranti ini di bidang hardware dengan menemukan sebuah difference engine yang memungkinkan perhitungan tabel matematika. Charles Babbage, memperhatikan keserasian alam antara mesin mekanik dan matematika yaitu mesin mekanik sangat cocok dalam melakukkan tugas yang sama dan berulangkali tanpa kesalahan. Sedang matematika memerlukan repetisi sederhana dari suatu langkah-langkah tertentu, mesin tersebut dinamakan Mesin Differensial dengan memakai daya tenaga uap, mesin tersebut dapat menyimpan program dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara otomatis.
        Penemu komputer pertama adalah Charles Babbage, dikenal dunia sebagai salah satu penemu sejarah komputer pertama kali. Babbage juga dikenal dengan julukan bapak komputer, The Charles Babbage Foundation, dia memakai namanya untuk menghargai jasa atas penemuanya terhadap dunia komputer.
        Mesin penghitung atau bisa di kenal dengan Difference Engine no.1 yang ditemukan oleh Chareles Babbage. Merupakan salah satu icon, yang paling populer dan terkenal dalam sejarah.


GENERASI KOMPUTER

Komputer Generasi Pertama (1946-1959)
        Komputer generasi pertama dibuat pada tahun 1946 dengan menggunakan tabung vakum sebagai komponen dasar. Tabung vakum adalah material yang tidak efisien karena menghasilkan panas yang berlebihan dan juga membutuhkan daya listrik yang besar untuk dapat bekerja.
        ENIAC atau Electronic Numerical Integrator and Computer dengan terobosan utamanya yakni sebuah memori yang digunakan untuk menampung baik program maupun data. Dengan adanya memori ini memungkinkan komputer untuk berhenti sesaat dan melanjutkan pekerjaannya kembali tanpa kehilangan data ataupun program tertentu. merupakan salah satu contoh dari komputer generasi pertama yang dibuat oleh Mauchly dan Echert. ENIAC menggunakan 18.000 tabung vakum dengan ukuran 1800 kaki persegi, 70.000 resistor, 5 juta titik solder dan berat hingga 30 ton.
        Komputer generasi pertama menggunakan bahasa mesin, yang mana merupakan bahasa pemograman yang paling dasar yang hanya dapat dipahami oleh komputer. Komputer generasi ini memiliki kemampuan yang terbatas untuk memecahkan suatu masalah dalam satu waktu. Untuk melakukan input digunakan kartu berlubang (punched cards) dan pita kertas. Output yang dihasilkan adalah sebuah print-out. Meski dengan fungsi yang sangat terbatas, namun biaya pembuatan komputer generasi ini terbilang fantastis, yaitu sekitar satu juta dollar.

Komputer Generasi Kedua (1959 – 1964)

        Teknologi transistor menjadi awal kemunculan komputer generasi kedua, yang menggantikan peran dari tabung vakum pada komputer generasi pertama. Perkembangan transistor melambangkan peningkatan teknologi dimasa itu.
        Bila dibandingkan dengan tabung vakum, transistor memiliki ukuran yang lebih kecil dan menghasilkan panas yang lebih sedikit, tingkat kegagalannya juga cenderung lebih kecil bila dibandingkan dengan komputer yang dibuat dengan tabung vakum. Sebagai hasilnya, transistor mampu menciptakan komputer yang lebih kecil, lebih cepat dan lebih murah dibandingkan dengan komputer generasi pertama.
        Pada komputer generasi ini juga mengalami perkembangan pada bahasa pemrograman yang dimilikinya. Bahasa mesin yang dulunya digunakan kini digantikan dengan bahasa assembly atau yang biasa juga disebut bahasa simbolik. Hal ini berarti programmer dapat memberikan instruksi dengan kata-kata. Disaat yang sama bahasa pemrograman tingkat tinggi juga sedang dikembangkan seperti Common Business-Oriented Language (CBOL) dan Formula Translator (FORTRAN).

Komputer Generasi Ketiga (1964 – 1970)

        Pada komputer generasi ketiga ini menggunakan Integrated Circuit (ICs) menggantikan transistor sebagai komponen komputer. Transistor pada generasi ini telah di miniaturkan dan ditaruh pada IC, satu buah IC terdiri dari beberapa transistor, resistor dan kapasitor.

        IC dikembangkan oleh seorang insinyur di Texas Instrument yang bernama Jack Kilby. Pada awal ditemukan atau diciptakan, IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik kedalam satu piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa.

        Di generasi ketiga ini pula mulai ditemukan Operating System (OS) yang membuat komputer bisa melalukan beberapa tugas berbeda dalam waktu bersamaan atau dikenal dengan sebutan multi-tasking. Komputer pertama yang mana pengguna mampu berinteraksi dengan menggunakan keyboard dan monitor dengan interface sistem operasi.

Komputer Generasi Keempat (1979 – 2000an)

        Komputer dari generasi keempat, “Microprosesor” adalah konsep utama dibalik generasi ini. Dalam satu chip, terdiri dari ribuan transistor dan elemen sikuit lainnya yang dihubungkan menjadi satu.

Perkembangan komputer generasi keempat tidak terlepas dari Intel, salah satu perusahaan pembuat chip yang telah menciptakan Intel 4004 Chip yang menjadi langkah awal pada perkembangan teknologi komputer yang kemudian menggantikan komponen komputer yang dulunya sebesar satu ruangan, kini hanya sebesar kepalan tangan.
         Di tahun 1971 komputer pertama buatan IBM diciptakan yang didesain khusus untuk penggunaan rumahan dan tahun 1984 Macinthos pertama kali diperkenalkan oleh Apple. Generasi ini melahirkan ide untuk meciptakan sebuah jaringan komputer, yang akhirnya mengarah pada perkembangan dan kelahiran internet. Kemajuan besar lainnya yang terjadi di generasi ini adalah diciptakannya Graphical User Interface (GUI), mouse, dan menghasilkan komputer jinjing yang bisa dibawa kemana-mana atau yang biasa disebut laptop.

Komputer Generasi Kelima (Sekarang – Masa Depan)

        Komputer generasi kelima memiliki teknologi berdasarkan kecerdasan buatan, dan hal ini masih dalam tahap pengembangan. Tujuan dari pengembangan komputer generasi kelima ini adalah menghasilkan sebuah komputer yang mampu merespon dengan input bahasa yang kita ucapkan dan memiliki kemampuan untuk mempelajari lingkungan sekitar dan menyesuaikan dirinya sendiri.
        Komputer kuantum, molekuler dan nanoteknologi menjadi kunci dari teknologi komputer generasi ini. Jadi boleh dikatakan bahwa komputer generasi ini akan memiliki kecerdasan layakanya kecerdasan pada manusia.



 DAFTAR PUSTAKA

http://www.nesabamedia.com/sejarah-komputer-dan-perkembangan-komputer/

https://infoana.com/sejarah-komputer/
https://akazijun.wordpress.com/2012/12/06/pengertian-sejarah-komputer-lengkap/

 RINGKASAN BY ME.