Laporan
Keuangan adalah hasil proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat
komunikasi data keuangan antara pengelola perusahaan dengan pihak-pihak yang
berkepentingan dengan data-data tersebut.
Analisis Laporan Keuangan
1.
Analisis Laba Rugi
2.
Analisis Neraca.
Jenis – jenis Analisa Laporan Keuangan
Ø Analisa Internal adalah analisa yang dilakukan oleh mereka yang
bisa mendapatkan informasi yang lengkap dan terperinci mengenai suatu
perusahaan.
Ø Analisa Eksternal adalah analisa yang dilakukan oleh mereka yang
tidak bisa mendapatkan data yang terperinci mengenai suatu perusahaan.
Ø Analisa Horisontal adalah analisa perkembangan data keuangan dan
data operasi perusahaan dari tahun ke tahun guna mengetahui kekuatan aatu
kelemahan keuangan perusahaan
Ø Analisa Vertikal adalah analisa laporan keuangan yang terbatas
hanya pada satu periode akuntansi
Teknik – teknik Analisis Laporan
Keuangan
Teknik
analisis laporan keuangan, yaitu:
1. Analisa perbandingan
Analisa perbandingan dilakukan berdasarkan laporan keuangan yang
disusun secara horisontal dan dibandingkan antara pos yang satu dengan pos yang
lain
2. Common size
Teknik common size menggunakan pola atau teknik penyederhanaan
angka dalam laporan keuangan untuk neraca biasanya
menggunakan total aktiva atau total pasiva sebagai dasar dengan angka 100%.
3. Analisis indeks dan trend
Analisis laporan keuangan disusun berdasarkan laporan keuangan
beberapa periode. Analisis ini mengubah semua angka dalam suatu laporan
keuangan pada tahun dasar menjadi angka 100 atau angka indeks. Pemilihan tahun
dasar tidak selalu berpatokan pada tahun yang paling awal, tetapi tahun yang
dianggap normal.
4.
Analisis
rasio
Teknik analisis rasio
dilakukan dengan membandingkan data laporan keuangan dengan pos keuangan yang
relevan dan signifikan.
1. Current Ratio
Carrent ratio = Aktiva lancer / utang lancer =1388:421
= 3.30
Current
ratio menunjukan kemampuan perusahaan untuk membayar utangnya yang harus segera
dipenuhi dan current ratio merupakan ukuran yang paling umum kesangggupan
perusahaan untuk membayar jangka pendek.
2. Cash Ratio (Ratio of immediate solvency)
Kas + surat berharga
Cash Ratio = Utang lancer
Cash
ratio menunjukan kemampuan perusahaan untuk membayar utang jangka pendek dengan
kas yang ada dan surat berharga yang segera dapat diuangkan.
3. Quitck Ratio (Acid test ratio)
Dlm quick ratio hanya menggunakan
beberapa elemen aktiva lancar yaitu kas, piutang dan suratberharga :
Aktiva
lancar-sediaan
Quick ratio= Utang
lancar
4. Net Working Capital To Total Asset Ratio
Net working capital to asset ratio dan ini digunakan
untuk menentukan kebijakan investasi dan dana yang diperoleh.
Net working capital to total asset rati = Aktiva
lancer-utang lancar
Aktiva
tetap
5. Interval Measure (Defensive interval ratio)
Interval measure menghubungkan antara defensive asset
dengan taksiran rata-rata pengeluaran kas untuk operasi dalam setiap harinya.
Interval measure = Kas+Surat berharga+Piutang
Taksiran
rata-rata pengeluaran