Prinsip akuntansi merupakan dasar atau acuan dalam melaksanakan proses
akuntansi. Pemakaian prinsip ini memunculkan penilaian secara objektif terhadap
produk akuntansi sehingga tidak menyebabkan terjadinya perbedaan atau
permasalahan.
v Tujuan Laporan Keuangan
·
Menyediakan informasi yang
berguna bagi investor, kreditor, dan pengguna potensial lainnya dalam membantu
proses pengambilan keputusan.
·
Memberikan informasi tentang
sumber daya ekonomi, klaim atas sumber daya tersebut dan perubahannya.
v Karakteristik Kuantitatif Informasi
Ø Relevan
Ø Andal
Ø Dapat dibandingkan
Ø Dapat dipahami
v Elemen Laporan Keuangan
No.
|
Elemen
|
Laporan Keuangan
|
1.
|
Harta (asset)
|
Laporan Laba/Rugi
|
2.
|
Kewajiban/Utang
|
|
3.
|
Ekuitas/Modal
|
|
4.
|
Modal Awal
|
Laporan Perubahan Modal
|
5.
|
Prive
|
|
6.
|
Laba/Rugi
|
|
7.
|
Pendapatan
|
Laporan Neraca
|
8.
|
Beban
|
v Unit Moneter
Prinsip
satuan moneter adalah pencatatan transaksi keuangan harus dinyatakan dalam
bentuk mata uang tanpa melibatkan faktor-faktor non kuantitatif. Contohnya
seperti prestasi dan mutu.
v Entitas Ekonomi
Prinsip
entitas ekonomi disebut juga dengan prinsip kesatuan entitas. Prinsip ini
mengakui konsep kesatuan usaha sebuah perusahaan.
v Periode Waktu
Prinsip periode akuntansi disebut juga prinsip kurun waktu. Periode
akuntansi yang umum dipakai dalam menjalankan usaha adalah 1 tahun,
yaitu mulai tanggal 1 Januari sampai 31 Desember.
v Pencatatan Penggajian
Prinsip kelangsungan usaha
menganggap bahwa sebuah entitas usaha akan beroperasi terus-menerus dan
berkesinambungan
v Pengukapan Penuh
Prinsip
pengungkapan penuh adalah prinsip akuntansi yang menyajikan informasi keuangan
secara lengkap dan informatif.
v Prinsip
Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Principle)
Pada prinsip ini, pendapatan diakui pada periode
akuntansi saat pendapatan tersebut dihasilkan
·
Metode
Persentase Penyelesaian
Mengakui
proyek jangka panjang berdasarkan perkiraan yang pantas atas kemajuan menuju
penyelesaian diukur dengan membandingkan biaya yang dikeluarkan dalam setahun
dengan total biaya yang diperkiraan untuk proyek keseluruhan persentase ini
kemudian diakui sebagai pendapatan untuk priode tersebut.
Biaya Dikeluarkan : Total Estimasi Biaya =
Presentase Penyelesaian
|
Presentase
Penyelesaian x Total Pendapatan =
Pendapatan Diakui
|
Pendapatan
Diakui – Biaya Dikeluarkan = Laba Kotor
|
Contoh
Soal:
PT.
A sedang berada dalam kontrak untuk membangun dengan kontrak senilai Rp
2.000.000 Pembangunan akan memakan waktu 18 bulan dengan estimasi biaya sebesar
Rp 1.400.000 Biaya kontruksi actual yang dikeluarkan setiap tahunnya adalah
sebesar 2004 = Rp 140.000, 2005 = Rp. 910.000 dan 2006 = Rp 350.000. Hitunglah
laba kotor yang harus diakui setiap
tahunnya!
Tahun
2004:
Persentase
Penyelesaian = Rp 140.000 : Rp 1.400.000 = 10%
Pendapatan
Diakui = 10% x Rp 2.000.000 = Rp 200.000
Laba
Kotor = Rp 200.000 – Rp 140.000 = Rp 60.000
·
Metode
Angsuran
Dasar
(Basis) lainnya dalam mengakui pendapatan adalah penerimaan kas. Baris Kas
umumnya digunakan pada saat terjadi kesulitan dalam menentukan jumlah
pendapatan akibat penjualan kredit karena ketidakpastian dalam penagihan.
Laba Kotor diakui selama periode tersebut =
Perolehan Kas dari Pelanggan x Presentase Laba Kotor
|
Contoh:
Valdes
Inc, untuk penjualannya pada tahun 2003 tahun pertamanya beroperasi, valdes
melakukan penjualan secara kredit senilai Rp 900.000 dan harga pokok penjualan
sebesar Rp 600.000 penagihan penjulan kredit sebagai berikut: 2003 = Rp
330.000, 2004 = Rp 420.000, dan 2005 Rp 150.000. Hitunglah jumlah laba otor
yang akan diakui setiap tahunnya!
Tahun
2003:
Laba
Kotor Diakui = Rp 330.000 x 33,33%
= Rp 110.000
Tahun
2004:
Laba
Kotor Diakui = Rp 420.000 x 33,33%
= Rp 140.000
Tahun
2005
Laba
Kotor Diakui = Rp 150.000 x 33,33%
= Rp 50.000
v Perinsip Penandingan (Pengakuan
Beban)
Beban
harus dikaitkan dengan pendapatan pada periode dimana usaha untuk memperoleh
pendapatan dilakukan. Beban tidak diakui ketika kas dibayarkan atau ketika
pekerjaan dilakukan atau diproduksi. Beban diakui ketika tenaga kerja atau
barang benar-benar berkontribusi terhadap pendapat. Biaya adalah sumber dari
beban. Beban ini dilaporkan sebagai beban operasional di Laporan Laba Rugi.
v Perinsip Pengungkapan Penuh (Pull
Disclosure Principle)
Mengaaruskan Kondisi dan kejadian yang membuat
perbedaan terhadap pengguna laporan keuangan harus diungkapkan.
v Prinsip Biaya
Digunakan
harga perolehan dalam mencatat aktiva, uang, modal dan biaya.
Contoh:
Pada
saat kita hendak membeli sebuah laptop kita ditawari harga Rp 9.000.000 Setelah
proses tawar menawar kita membeli laptop terseut dengan harga Rp 8.500.000 Dari
kondisi tersebut yang terjadi harga
perolehan laptop adalah Rp 8.500.000, sehingga pencatatan yang mucul adalah
angka Rp 8.500.000
v Materials
Tidak Menaati prinsip akuntansi maka terjadi teori materials.
Terbagi menjadi 2 yaitu:
Materials = Bentuk berwujud
Inmaterials
= Tidak berwujud