1.
Pinjaman Jangka Panjang
Hutang
jangka panjang merupakan hutang yang dimiliki oleh perusahaan dan harus
dilunasi dalam waktu yang relatif lama atau dalam periode 1tahun atau lebih.
Menurut
kieseo
Bahwa
hutang jangka panjang merupakan kewajiban (hutang) yang harus dipenuhi di masa
yang akan datang.
2.
Jenis – Jenis Pinjaman Jangka Panjang
a. Hutang Hipotek
Hutang
hipotek adalah hutang yang timbul disebabkan pendapatan dana yang bersumber
dari hutang dengan penggunaan jaminan harta tetap. Harta tetap yang berupa
barang tidak bergerak seperti berbagai sertifikat tanah dan bangunan.
Dengan biaya administrasi Rp.
1.000.000,-
Diangsur
6 bulan sekali, bunga 15%/ tahun
Jangka waktu pelunasan 20 bulan.
Catatlah:
1. Pinjaman Hipotek saat angsuran
2. Catat Penyesuaian diakhir periode
Jawaban:
Jurnal
Pinjaman Hipotek
Kas Rp. 19.000.000,-
Biaya. Adm Rp. 1.000.000,-
Utang Hipotek Rp. 20.000.000,-
Jurnal tanggal 1 Agustus untuk angsuran
dan bunga
Bunga = 15% x 6/12 x Rp.20.000.000,-=
Rp. 1.500.000,-
Utang hipotek= Rp. 20.000.000 / Rp. 20
bulan = Rp. 1.000.000/bulan
Maka untuk 6 bulan = 6bulan x Rp.
1.000.000,- = Rp. 6.000.000,-
Utang Hipotek Rp. 6.000.000,-
Bunga Rp. 1.500.000,-
Kas Rp. 7.500.000,-
Jurnal Penyesuaian
Jumlah
biaya untuk 6 bulan adalah Rp. 6.000.000,- maka dikurangi
Dengan biaya administrasi Rp.
1.000.000,- dapatlah Rp. 5.000.000,-
Bunga = 15% x 5/12 x Rp. 14.000.000,- =
Rp. 875.000,-
Dapat 5 dari: Bulan Agustus – Desember
(akhir periode) ada 5 Bulan.
Utangg Hipotek Rp. 5.000.000,-
Biaya. Bunga Rp. 875.000,-
Utang
Hipotek yg segera dibyr Rp. 5.000.000,-
Utang Bunga Rp. 1.250.000,-
b. Hutang Obligasi
Definisi
hutang obligasi ialah hutang yang muncul disebabkan dana yang diperoleh melalui
surat-surat obligasi yang diterbitkan.
PT.
“X” menjual obligasinya tanggal 1 Agustus dengan Harga Perolehan Rp.
22.000.000,-
Nilai
Nominal Rp. 20.000.000,- dengan bunga 15% jatuh tempo 20 bulan.
Bunga
dibayar setiap tanggal 1 Maret dan 1 September
Catatlah
dari penjualan obligasi tersebut!
Jawaban:
Hitung Bunga dulu
Bunga = (Rp.20.000.000 x 15% x
5)/12=Rp.1.250.000,-
Apabila HP > NN maka Agio
Apabila HP < NN maka Disagio Disini
HP > NN maka mengalami Agio obligasi
Selisihnya yaitu Rp. 22.000.000,- - Rp.
20.000.000,- = Rp. 2.000.000,-
Jurnal Penjualan Obligasi untuk tanggal
1 Agustus
Kas Rp. 23.250.000,-
Agio Obligasi Rp. 2.000.000,-
By. Bunga Rp. 1.250.000,-
Utg Obligasi Rp. 20.000.000,-
Jurnal Bunga Obligasi Tanggal 1
September
Bunga dibayar dari bulan Maret –
September ada 6 bulan, maka:
Bunga = (Rp.20.000.000 x 15% x
6)/12=Rp.1.500.000,-
By. Bunga Rp. 1.500.000
Kas Rp. 1.500.000,-
Jurnal Penyesuaian 31/12:
Amortisasi Agio Obligasi yang nilainya
adalah Rp. 2.000.000,-
1 Agustus – 31 Desember = 4 bulan
Maka Rp. 2.000.000 / 20 bulan * 4 = Rp.
400.000,-
Agio Obligasi Rp. 400.000,-
Pend. Bunga Rp. 400.000,-
1 September – 31 Desember = 3 bulan
Bunga = (Rp.20.000.000 x 15% x 3)/12 =
Rp. 750.000,-
Beban Bunga Rp. 750.000,-
Utang Bunga Rp. 750.000,-
3.
Kekurangan Pinjaman Jangka Panjang
1) Adanya
Risiko Penurunan Nilai Saham
2) Risiko
Pelunasan Utang
3) Bisa
Membebani Keuangan
4) Beban
Pengeluaran Bulanan Menjadi Tinggi
4. Kelebihan
Pinjaman Jangka Panjang
1) Utang
Tidak Memengaruhi Manajemen Perusahaan
2) Bisa
Memanfaatkan Bunga yang Lebih Rendah
3) Bisa
juga Mengurangi Pajak
5. Persyarat dan Ketentuan Pinjaman Jangka Panjang
1) Ketentuan
Ø
Pemmilik penerima pinjaman harus menjadi
jaminan dalam bentuk hipotek kepada pemberi pinjaman.
Ø Penerima
utang tidak diperbolehkan menjual piutang untuk memperoleh uang cash.
2) Syarat
Ø Pencatatan
yang diterapkan oleh peminjam harus sesuai dengan kaidah akuntansi
Ø Melaporkan
secara berkala terkait kondisi keuangan perusahaan
Ø Pembayaran
pajak dan kewajiban lain harus diselesaikan sesuai dengan waktu yang
ditetapkan.
Ø
Perusahaan yang meminjam harus sanggup
menjaga semua aset perusahaan