Sabtu, 02 Januari 2021

Manajemen Pemasaran Era Revolusi Industri 4

 

Revolusi Industri 4.0 Peluang dan Tantangan dalam Bisnis

Digital Marketing Bagi Generasi Millenial

 

  

 

                                                            Disusun oleh :

 

                                                  Nama               : Putri Apriliani

                                                  NPM               : 14217764

                                                  Kelas               : 4EA21

                                                 Dosen              : Budhi Sriyono Prasetyo Soenhadji SE,MMSI

 

 

FAKULTAS EKONOMI

JURUSAN MANAJEMEN

UNIVERSITAS GUNADARMA

2020/2021


 


ABSTRAK


            Pesatnya kemajuan teknologi pada era globalisasi saat ini banyak memberikan manfaat pada berbagai aspek didalam kehidupan. Kemajuan teknologi saat ini sudah masuk pada era revolusi industri 4.0 atau revolusi industri keempat dimana aspek teknologi yang memudahkan pekerjaan manusia merupakan salah satu aspek penting dalam revolusi industri 4.0 ini. Digital Marketing sebagai konsep dan perspektif baru bertukar peran pemasaran tradisional dengan menyeimbangkan aktivitas online dan offline. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif dan fokus pada studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pesatnya perkembangan bisnis utamanya UMKM yang menggunakan teknologi digital di Indonesia. Era Revolusi Industri 4.0 bagi kaum milenial yang menjadi peluang dan tantangan dalam menjalankan bisnis di Indonesia.


 

 

ABSTRACT

 

            The rapid advancement of technology in the current era of globalization provides many benefits to various aspects of life. Current technological advances have entered the era of the industrial revolution 4.0 or the fourth industrial revolution where the technological aspects that facilitate human work are one of the important aspects of this 4.0 industrial revolution. Digital marketing as the new concept and perspective is interchanging the role of traditional marketing by balancing online and offline activities. This research uses qualitative methods and focuses on literature study. The results of this study indicate the rapid development of businesses, especially UMKM that use digital technology in Indonesia. The era of the Industrial Revolution 4.0 for millennials is an opportunity and a challenge in doing business in Indonesia.

                                                     
                                            KATA PENGANTAR

 

          Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Mahakuasa karena telah memberikan kesempatan pada penulis untuk menyelesaikan makalah ini. Atas rahmat dan hidayah-Nya lah penulis dapat menyelesaikan Penelitian dengan judul “Revolusi Industri 4.0 Peluang dan Tantangan dalam Bisnis Digital Marketing Bagi Generasi Millenial” disusun guna memenuhi tugas bapak dosen pada mata kuliah Manajemen Pemasaran Era Revolusi Industri 4 di Universitas Gunadarma. Selain itu, penulis juga berharap agar penelitian ini dapat menambah wawasan bagi para pembaca.

Penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak selaku dosen mata kuliah Manajemen Pemasaran Era Revolusi Industri 4. Tugas yang telah diberikan ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan terkait bidang yang ditekuni penulis.

Penulis menyadari penelitian ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan penulis terima demi kesempurnaan penelitian ini.

 

Jakarta, 15 November 2020

 

 

                                                                                                                Putri Apriliani



 

DAFTAR ISI

 

HALAMAN JUDUL 

ABSTRAK.. 

ABSTRCT

KATA PENGANTAR.. 

DAFTAR ISI 3

BAB I 4

PENDAHULUAN.. 4

1.1 Latar Belakang Masalah. 4

1.2 Rumusan Masalah. 4

1.3 Tujuan Penelitian. 5

1.4 Manfaat Penelitian. 5

BAB II 6

LANDASAN TEORI 6

2.1 Pengertian Marketing. 6

2.2 Revolusi Industri 4.0. 7

2.3 Konsep Marketing 4.0. 7

2.4 Marketing 1.0 ke Marketing 4.0. 8

2.5 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) 8

BAB III 1

METODE PENELITIAN.. 1

3.1 Metode Penelitian. 1

3.2 Objek Penelitian. 1

3.3 Subjek Penelitian. 1

3.4 Teknik Pengumpulan Data. 1

3.5 Tahapan Penelitian. 1

BAB IV.. 1

HASIL DAN PEMBAHASAN.. 1

    4.1 Analisis Deskripsi Responden1

    4.2 Peluang dan Tantangan Revolusi Industri 4.0 dalam Bisnis Digital Marketing1

    4.3 Pemanfaatan UMKM pada Era Revolusi Industri 4.01

BAB V.. 

KESIMPULAN DAN SARAN.. 

4.3 Kesimpulan

     4.3 Saran

DAFTAR PUSTAKA.. 

 


 


BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1       Latar Belakang Masalah

            Pesatnya kemajuan teknologi pada era globalisasi saat ini banyak memberikan manfaat pada berbagai aspek didalam kehidupan kita. Teknologi yang digunakan manusia dalam membantu pekerjaan pada saat ini menjadi suatu keharusan dalam menjalani hidup pada jaman sekarang. Kemajuan teknologi saat ini sudah masuk pada era revolusi industri 4.0 atau revolusi industri ke-empat dimana aspek teknologi yang memudahkan pekerjaan manusia merupakan salah satu aspek penting dalam revolusi industri 4.0 ini. Revolusi industri 4.0 telah menjadikan banyak industri mulai menyentuh dunia virtual, berbentuk konektivitas manusia, mesin dan data atau dikenal dengan istilah nama internet of things.

            Perkembangan teknologi yang pesat akan mendorong perubahan perilaku masyarakat, dan peningkatan kebutuhan akan mendorong berubahnya dan terciptanya peluang bisnis dan pekerjaan baru. Perubahan dan peluang bisnis yang baru didorong dengan perkembangan penggunaan internet. Dimana peluang ini juga disadari oleh para pelaku bisnis untuk memanfaatkan internet dalam proses berbisnis. Penggunaan internet dalam proses berbisnis akan terus mengalami perkembangan. Mulai dari pertukaran informasi secara elektronik ke aplikasi strategi bisnis, pemasaran, penjualan, hingga pelayanan pelanggan. Internet juga akan mendukung komunikasi dan kerja sama global antara karyawan, konsumen, penjual, dan rekan bisnis yang lainnya. Selain itu, internet juga memungkinkan orang dari suatu organisasi atau lokasi yang berbeda dapat bekerja sama sebagai satu tim virtual untuk mengembangkan, memproduksi, memasarkan, dan memelihara produk atau pelayanan.

1.2       Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang yang telah dijelaskan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini, sebagai berikut: 

            1.      Bagaimana Peluang Revolusi Industri 4.0 dalam Bisnis Digital Marketing Bagi Generasi Millenial? 

             2.      Bagaimana Tantangan Revolusi Industri 4.0 dalam Bisnis Digital Marketing Bagi Generasi Millenial?

1.3       Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah dijelaskan tujuan penelitian ini adalah: 

1.      Untuk mengetahui Peluang Revolusi Industri 4.0 dalam Bisnis Digital Marketing Bagi Generasi Millenial?

2.      Untuk mengetahui Tantangan Revolusi Industri 4.0 dalam Bisnis Digital Marketing Bagi Generasi Millenial?

1.4       Manfaat Penelitian

            Berdasarkan tujuan penelitian yang telah dijelaskan sebelumnya, manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.      Manfaat Praktis

Adanya penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh responden dan masyarakat secara keseluruhan sebagai referensi dan menambah wawasan dalam mengetahui Digital Marketing di Era Revolusi Industri 4.0 ini.

2.      Manfaat Teoritis

Adanya penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk pengembangan penelitian mengenai Digital Marketing Era Revolusi Industri 4.0, dan digunakan sebagai referensi dalam penelitian di masa yang akan datang dengan memperbaiki keterbatasan yang ada dalam penelitian ini.

 

 

BAB II

LANDASAN TEORI

 

2.1       Pengertian Marketing

            Marketing ialah suatu rangkaian kegiatan untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen. Caranya dengan membuat produk, menentukan harganya, tempat penjualannya dan mempromosikan produk tersebut kepada para konsumen. Atau definisi marketing yakni suatu perpaduan antara kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan untuk bisa mengetahui apa yang dibutuhkan oleh konsumen sehingga perusahaan bisa mengembangkan produk, harga, pelayanan, dan melakukan promosi agar kebutuhan konsumen bisa terpenuhi serta perusahaan mendapatkan sebuah keuntungan.

            Perkembangan teknologi informasi sangat berkembang pesat. Berbagai kegiatan bisnis kecil sampai besar memanfaatkan perkembangan ini untuk menjalankan usahanya. Banyaknya competitor menjadi pertimbangan bagi para pengusaha untuk masuk dalam persaingan yang sangat ketat. Strategi pemasaran dan media yang tepat digunakan untuk bisa meraih pasar yang dituju sehingga volume penjualan selalu meningkat dan profit. Digital Marketing menurut Taken (2014) adalah salah satu media pemasaran yang saat ini sedang banyak diminati oleh masyarakat untuk medukung berbagai kegiatan yang dilakukan. Mereka sedikit demi sedikit mulai meninggalkan model pemasaran konvesional/tradisional beralih ke pemasaran modern yaitu digital marketing. Dengan digital marketing komunikasi dan transaksi dapat dilakukan setiap waktu atau real time dan bisa mengglobal atau mendunia. Dengan jumlah pengguna sosial media berbasis chat ini yang banyak dan semakin hari semakin bertambah membuka peluang bagi UKM untuk mengembangkan pasarnya dalam genggaman smartphone (Huang dan Benyoucef, 2013).        

        Teknologi digital telah banyak mengubah wajah dunia bisnis, termasuk aktivitas pemasaran. Meskipun digital marketing tidak meliputi teknik dan praktek yang masuk dalam kategori internet maketing denga cara-cara untuk mencapai target konsumen yang tidak memerlukan internet (mobile technology). Teknologi telah mengubah cara manusia dalam berbicara, berkomunikasi, bertindak, dan mengambil keputusan. Teknologi telah menjadi sangat efektif dalam memaksimalkan bottom line suatu organisasi 

2.2       Revolusi Industri 4.0

            Perkembangan dan kecanggihan teknologi sudah terjadi di era Revolusi Industri 4.0 yang dicetuskan dalam World Economic Forum (WEF) pada tahun 2015 oleh Kanselir Jerman, Angela Merkel selain itu Klaus Schwab sebagai founder dari forum tersebut. Prof Klaus Schwab, selaku Ekonom terkenal dunia yang berasal dari Jerman, dia mengenalkan konsep tentang Revolusi Industri 4.0. yang tertera dalam bukunya yang berjudul “The Fourth Industrial Revolution”, Prof Schawab (2017) menjelaskan revolusi industri 4.0 telah mengubah hidup masyarakat dan kerja manusia secara fundamental. Walaupun masih ada perdebatan akan tetapi Klaus Schwab meyakini bahwa sekarang sudah memasuki era industri 4.0 yang lebih dikenal dengan industry cyber physical system. Revolusi industri 4.0 merupakan nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Istilah ini mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan, dan komputasi kognitif. Beberapa Isu penting dalam Revolusi Industri 4.0 ini adalah bagaimana pemerintah, pelaku industri besar atau kecil, akademisi, dan lapisan masyarakat luas menghadapi potensi yang dihasilkan oleh kemajuan dalam bidang informasi teknologi yang mempunyai pengaruh terhadap berbagai macam bentuk model bisnis.

Era 4.0 sering disebut dengan era Industri 4.0, dalam Prasetyo (2018, 19) menyebutkan bahwa definisi mengenai Industri 4.0 beragam karena masih dalam tahap penelitian dan pengembangan. Kanselir Jerman, Angela Merkel (2014) berpendapat bahwa Industri 4.0 adalah transformasi komprehensif dari keseluruhan aspek produksi di industri melalui penggabungan teknologi digital dan internet dengan industri konvensional. Schlechtendahl dkk (2015) menekankan definisi kepada unsur kecepatan dari ketersediaan informasi, yaitu sebuah lingkungan industri di mana seluruh entitasnya selalu terhubung dan mampu berbagi informasi satu dengan yang lain. Pengertian yang lebih teknis disampaikan oleh Kagermann dkk (2013) bahwa Industri 4.0 adalah integrasi dari Cyber Physical System (CPS) dan Internet of Thingsand Services (IoT dan IoS) ke dalam proses industri meliputi manufaktur dan logistik serta proses lainnya.

2.3       Konsep Marketing 4.0

            Marketing 4.0 adalah pendekatan terbaru pemasaran yang mengacu pada pola perilaku konsumen di era digital yang dikenal dengan kerangka kerja 5A (Aware, Appeal, Ask, Act, dan Advocate). Kerangka kerja 5A hadir untuk menggantikan kerangka kerja sebelumnya yaitu 4A (Awareness, Attitude, Act, dan Act Again.)

2.4       Marketing 1.0 ke Marketing 4.0

            Menurut Kotler penulis buku Marketing 4.0, pemasaran telah berkembang dari semula yang berorientasi pada produk (Marketing 1.0), kemudian berorientasi pada pelanggan (Marketing 2.0), dan berorientasi pada manusia (Marketing 3.0).

Ø  Pada era Marketing 1.0, perusahaan lebih berfokus pada bagaimana menjual produk sebanyak mungkin, tanpa terlalu memikirkan persepsi dari konsumen. 

Ø  Pada tahap berikutnya (Marketing 2.0) perusahaan menjual produk sambil menyentuh hati konsumennya. Pada tahap 2.0, perusahaan berusaha membangun ikatan emosional dengan konsumen. Namun lagi-lagi, cara ini dianggap usang karena menganggap konsumen sebagai individu yang pasif.

Ø  Pada era Marketing 3.0, konsumen tidak lagi dianggap sebagai objek pasif. Konsumen adalah manusia yang memiliki akal, mampu berpikir, memiliki cita-cita dan harapan. Perusahaan tidak hanya sekadar memasarkan produk, tetapi juga harus memiliki visi, misi, dan value yang sejalan dengan konsumennya.

Ø  Seiring dengan perkembangan teknologi, muncul Marketing 4.0 yang memberikan cara baru kepada perusahaan untuk melakukan pendekatan ke konsumen. Didukung dengan teknologi yang semakin canggih dan analisis big data, perusahaan dapat menjangkau konsumen dengan lebih manusiawi. Perusahaan semakin mudah mengenali siapa konsumennya, dan interaksi antara perusahaan dan konsumen menjadi sesuatu yang sangat personal.

2.5       Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)

           Definisi UMKM diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM. Pasal 1 dari UU terebut, dinyatakan bahwa Usaha mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memiliki kriteria usaha mikro sebagaimana diatur dalam UU tersebut. Usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang buka merupakan anak perusahan atau bukan anak cabang yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian, baik langsung maupun tidak langsung, dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil sebagaimana dimaksud dalam UU tersebut. Sedangkan usaha mikro adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung, dari usaha mikro, usaha kecil atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha mikro sebagaimana dimaksud dalam UU tersebut (Tambunan 2009, 16).


 

BAB III

METODE PENELITIAN

 

 3.1    Metode Penelitian

            Penelitian ini mengunakan metode kualitatif hal ini dilakukan dengan tujuan memahami peristiwa, kegiatan, perilaku dan pelaku peristiwa dalam kodisi tertentu, serta dalam situasi ilmiah (natural).

            Pemilihan metode kualitatif dalam penelitian ini untuk memberikan rangkaian dan gambaran tentang kondisi yang dihadapi oleh kaun milenial di Indonesia menghadapi Revolusi Industri 4.0 tentang peluang dan tantangannya.

3.2       Objek Penelitian

            Objek penelitian dapat dinyatakan sebagai situasi sosial penelitian yang ingin diketahui apa yang terjadi di dalamnya. Pada obyek penelitian ini, peneliti dapat mengamati secara mendalam aktivitas (activity) orang-orang (actors) yang ada pada tempat (place) tertentu (Sugiyono, 2007:215).

            Objek penelitian suatu permasalahan yang diteliti dalam penelitian, penelitian ini mengambil objek kegiatan bisnis dan pemasaran yang dilakukan kaum milenial yang berlokasi di Indonesia.

3.3       Subjek Penelitian

            Subjek penelitian merupakan sumber data yang dimintai informasinya sesuai dengan masalah penelitian. Adapun yang dimaksud sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data diperoleh (Suharsimi Arikunto, 2002:107).

            Subjek dalam penelitian adalah pelaku utama yang akan diteliti adalah kaum milenial di Indonesia yang melakukan bisnis dengan memanfaatkan kondisi Revolusi Industri 4.0 yang terjadi.

3.4       Teknik Pengumpulan Data

            Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini disesuaikan dengan fokus dan tujuan penelitian, yaitu:

1.      Studi Pustaka (Library Research)

Studi pustaka, menurut Nazir (2013, h. 93) teknik pengumpulan data dengan mengadakan studi penelaah terhadap buku-buku, literatur-literatur, catatan-catatan, dan laporan-laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang dipecahkan. Teknik ini digunakan untuk memperoleh dasar-dasar dan pendapat secara tertulis yang dilakukan dengan cara mempelajari berbagai literatur yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.

2.      Metode wawancara (interview)

Teknik pengumpulan data di mana peneliti berbicara langsung dengan orang yang diwawancarai untuk mengumpulkan informasi dari orang yang diwawancarai. Pada dasarnya ada dua jenis wawancara yaitu wawancara terstruktur dan wawancara bebas tidak terstruktur. Wawancara terstruktur adalah wawancara terstruktur yang terperinci. Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang hanya memuat garis besar yang akan disajikan.

3.5       Tahapan Penelitian

            Penelitian ini dilakukan dalam menggunakan pendekatan 3 tahapan sebagai berikut:

   Input adalah tentang proses pengumpulan serta penyaringan literature, membaca literature penelitian, mengidentifikasi literature dan mengetahui bagaimana penelitian sebelumnya dilakukan dengan pencarian literature.

   Process, meliputi peoses menganalisis, mensintesis dan mengevaluasi literature penelitian.

   Keluaran, proses penulisan tinjauan pustaka, sintesa kajian pustaka dan mengikuti teori argument.

 

 

 

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

4.1    Analisis Deskripsi Responden

        Analisis demografi digunakan untuk mengetahui demografi profil responden. Dalam penelitian ini, responden diklasifikasikan berdasar pada jenis kelamin laki-laki dan perempuan, generasi millenial usia (kelahiran 1980-2000) yang menggunakan internet.

            Kaum milenial merupakan kelompok orang yang lahir pasa awal 1980-an hingga awal tahun 2000-an. Berdasarkan data yang diungkapkan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), dari jumlah 171,17 juta penguna internet, kaum minelial merupakan kelompok pengguna terbesarnya dengan penetrasi 88,5% (Haryanto, 2019).

Gambar Penetrasi Penguna Internet

Sumber: APJII 2019

 

            Data pengguna internet Indonesia sebesar 171,17 jt dan penetrasi 88,5% adalah penguna kaum milenial, hal ini bermakna membuka peluang untuk menciptakan bisnis dengan berbasis Online. Pengguna internet tersebut juga menjadi pasar potensial bagi pelaku usaha di Indonesia utamanya kaum milenial di Era Revolusi Indostri 4.0 ini. Kondisi ini bisa menjadi peluang usaha yang sangat potensial baik bagi pengusaha yang sudah eksis namun juga bagi usaha kreatif yang masih pemula, dengan kemudahan akses yang merupakan dampak dari perkembangan teknologi internet yang saat ini terjadi.

4.2       Peluang dan Tantangan Revolusi Industri 4.0 dalam Bisnis Digital Marketing

            Dalam Era Industri 4.0 peluangnya sangat terbuka luas, dan bahkan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Selain itu dalam pertumbuhan ekonomi bagi negara berfungsi juga sebagai sarana pemerataan kemakmuran bagi masyarakat. Selain itu, era ini juga menuntut peningkatan kreativitas dan inovasi dalam mengembangkan usaha sehingga dapat berdampak positif juga bagi masyarakat serta mampu melakukan terobosan-terobosan yang aplikatif untuk mengembangkan daya saing masyarakat. Selain itu untuk pertumbuhan ekonomi bagi negara berfungsi juga sebagai sarana pemerataan kemakmuran bagi masyarakat.

            Penerapan digital marketing pada sektor UMKM menunjukkan bahwa dengan memilih segmentasi pasar terfokus pada konsumen organisasi, institusi, dan komunitas dan posisi pasar sebagai produk yang berkualitas dan dapat sesuai dengan pesanan konsumen (customer) serta menggunakan kombinasi bauran pemasaran yang sesuai, seperti perhitungan biaya yang tepat dan sesuai, saluran distribusi baik langsung maupun tidak langsung, termasuk saluran distribusi. Peran yang penting bagi perusahaan untuk membantu menerapkan taktik agar menjadi perusahaan yang sukses. Hasil dari penelitiannya juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara strategi pemasaran dengan penerapan teknologi dan penerimaan terhadap kondisi global.

            Dalam hal bauran pemasaran, meskipun produk yang dijual relatif sama dengan yang dijual oleh pesaing mereka, tetapi karena mereka mengedepankan nilai tambah dan diferensiasi maka mereka dapat memberikan produk yang tepat, harga yang layak serta bersaing, pemilihan saluran distribusi yang sesuai, serta pemilihan media promosi yang efektif bagi para pelanggan mereka sehingga kepuasan dan loyalitas pelanggan dapat tercapai.

            Nory Jones et al. (2015) dengan objek penelitian pada UMKM menemukan bahwa peran dari media sosial bagi pelaku UMKM adalah berikut (1) meningkatkan pengenalan dan rasa ingin tahu konsumen, (2) meningkatkan hubungan baik dengan konsumen, (3) dapat meningkatkan jumlah konsumen baru, (4) meningkatkan kemampuan untuk menjangkau konsumen dalam skala global, dan (5) menambah jalur promosi bagi bisnis local untuk meningkatkan citra UMKM.

            Mengingat peluang bisnis yang sangat besar maka diperlukan kesiapan mulai dari sumber daya manusia, infrastruktur, teknologi media komunikasi dan regulasi pemerintah yang dapat melindungi industri dalam negeri.

            Teknologi digital yang saat ini berkembang memunculkan tantangan bagi pelaku usaha. Pelaku usaha dituntut kesiapannya dalam menghadapi perubahan yang terjadi secara cepat akibat terjadi otomatisasi pengunaan teknologi digital. Prinsip yang terjadi saat ini siapa yang dengan cepat menyesuaikan diri, kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan perkembangan teknologi, dialah yang akan memenangkan persaingan bisnis. Bagi kaum milenial yang melakukan aktivitas usaha harus tanggap persaingan tidak hanya dalam lingkup nasional saja namun persaingan juga bersifat global.

            Kesiapan bangsa Indonesia menghadapi revolusi industry 4.0 sudah tidak bisa terelakkan lagi. Bagi generasi milenial perlu dipersiapkan secara matang agar mampu menghadapi tantangan yang terjadi. Ada beberapa aspek yang perlu dipersiapkan antara lain: pendidikan, kemampuan beradaptasi atas perubahan yang terjadi, kemampuan berkolaborasi, serta kemampuan untuk berkreasi dan berinovasi.

 

4.3      Pemanfaatan Digital Marketing pada Era Revolusi Industri 4.0

            Teknologi yang berkembang saat ini semakin tumbuh suburnya usaha-usaha baru yang berbasis online dan offline to online. Perangkat mobile memberi kemudahan dalam mengakses internet dan juga meningkatkan waktu paparan terkoneksi internet, hal ini menjadi salah satu faktor pesatnya pertumbuhan ekonomi digital.

            Platformmedia sosial utama yang mereka gunakan adalah Facebook dan Instagram karena platformini yang paling familiar Mereka menggunakan aplikasi pesan singkat seperti WhatsApp dan Line untuk bertukar pesan, promosi, dan bertransaksi, serta menggunakan transfer elektronik (mobile banking, internet banking) untuk melakukan pembayaran. Di Era Revolusi Industri 4.0 dunia usaha menduduki peringkat teratas dalam penggunaan fasilitas internet dalam menjalankan bisnisnya. Bahkan sudah menjadi kebutuhan yang krusial bagi dunia usaha untuk memanfaatkan fasilitas teknologi digital ini.

            Kaum milenial yang bertalenta, kreatif dan inovatif akan diuntungkan di era industry 4.0. Di Era ini pengusaha kecil tidak perlu lagi menjadi khawatir menjadi mangsa bagi usaha besar, keduanya bisa tumbuh dan berkembang dalam porsinya masing-masing selama mereka dapat memanfaatkan peluang yang ada secara cerdas, kreatif dan inovatif. Bahkan bisa terjadi dapat menyaingi perusahaan yang cukup besar.

            Teknologi yang berkembang saat ini semakin merangsang tumbuh suburnya usaha-usaha baru yang berbasis online dan offline to online. Perangkat mobile memberi kemudahan dalam mengakses internet dan juga meningkatkan waktu paparan terkoneksi internet, hal ini menjadi salah satu faktor pesatnya pertumbuhan ekonomi digital.

            Dengan demikian, melalui era digital 4.0 kini diharapkan sektor UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) bisa bersaing dan mampu tumbuh inklusif dan berkelanjutan.


BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1       Kesimpulan

            Di Era Revolusi Industri 4.0 menjadi peluang usaha yang sangat potensial baik bagi pengusaha yang sudah eksis namun juga bagi usaha yang masih pemula, dengan kemudahan akses yang merupakan dampak dari perkembangan teknologi internet yang saat ini terjadi. Selain itu, era ini juga menuntut peningkatan kreativitas dan inovasi dalam mengembangkan usaha sehingga dapat berdampak positif juga bagi masyarakat serta mampu melakukan terobosan-terobosan untuk mengembangkan daya saing masyarakat. Mengingat peluang bisnis yang sangat besar maka diperlukan kesiapan mulai dari sumber daya manusia, infrastruktur, teknologi media komunikasi dan regulasi pemerintah yang dapat melindungi industri dalam negeri.

            Teknologi digital yang saat ini berkembang memunculkan tantangan bagi pelaku usaha. Pelaku usaha dituntut kesiapannya dalam menghadapi perubahan yang terjadi secara cepat akibat terjadi otomatisasi pengunaan teknologi digital. Prinsip yang terjadi saat ini siapa yang dengan cepat menyesuaikan diri, kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan perkembangan teknologi, dialah yang akan memenangkan persaingan bisnis.

            Bagi generasi milenial perlu dipersiapkan secara matang agar mampu menghadapi tantangan yang terjadi. Teknologi yang berkembang saat ini semakin tumbuh suburnya usaha-usaha baru yang berbasis online. Bahkan sudah menjadi kebutuhan bagi dunia usaha untuk memanfaatkan fasilitas teknologi digital saat ini.

5.2       Saran

            Dalam penelitian ini peneliti sebatas mendeskripsikan strategi digital marketing dan tidak mempelajari perilaku konsumen terkait jalur pelanggan berdasarkan konsep marketing digital. Oleh karena itu, pada penelitian selanjutnya diharapkan dapat mendalami perilaku konsumen di era digital marketing lebih dalam. Hal ini semoga bermanfaat untuk memperkaya ilmu keilmuan bidang pemasaran terkini terkait dengan perkembangan teknologi dan pasar di Indonesia, serta juga menjadi acuan untuk membantu UMKM Indonesia menggunakan teknologi digital untuk mengembangkan usahanya.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Afifah, Sundus. 2019. Pengertian Revolusi Industri 4.0 dan Tantangan Bisnis Generasi Milenial.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Laporan Survei Penetrasi & Profil Pelaku             Pengguna Internet Indonesia Th 2018, Edisi 23- April 2018.

Hamdan. (2018) Industri 4.0: Pengaruh Revolusi Industri pada kewirausahaan demi kemandirian             ekonomi. Journal of Nusamba Vol 3 No.2 Oktober 2018.

Haryanto, Agus Tri. (2019) Pengguna Internet Indonesia Didomonasi Milenial,

Kotler, Philip. 2005. Manajemen pemasaran, Dialih bahasakan oleh Benjamin Molan, buku kedua, edisi kesebelas. Jakarta: PT Indeks.

Kotler, Philip. 2008. Manajemen Pemasaran, Edisi 12 Jilid 2. Jakarta: Indeks.

Wibowo, Dimas H., Zainul Arifin, dan Sunarti. 2015. “Analisis Strategi Pemasaran Untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM (Studi Pada Batik Diajeng Solo)”. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB). 29 (1), 59-66.

Hamdan. (2018) Industri 4.0: Pengaruh Revolusi Industri pada kewirausahaan demi kemandirian ekonomi. Journal of Nusamba Vol 3 No.2 Oktober 2018.

Haryanto, Agus Tri. (2019) Pengguna Internet Indonesia Didomonasi Milenial, Diakses tanggal 16 Mei 2019. dari https://inet.detik.com/telecommunication/d-4551389/pengguna-internet-indonesia-didominasi-milenial

Prasetyo, H., & Sutopo, W. (2017) Perkembangan Keilmuan Teknik Industri Dalam Perkembangan Rantai Pasokan Menuju Era Industri 4.0. Semonar dan Konferensi Nasional IDEC 2017, 488-496.

Trisularsih, Y., & Sutopo, W. (2017) Peran Keilmuan Teknik Industri Dalam Perkembangan Rantai Pasokan Menuju Era Industri 4.0. Semonar dan Konferensi Nasional IDEC, 507-517.

Purnomo, Agung (2019) Industri 4.0 untuk Wirausaha Jaman Now dari http://binus.ac.id/malang/2019/02/industri-4-0-untuk-wirausaha-jaman-now-3-3/

https://inet.detik.com/telecommunication/d-4551389/pengguna-internet-indonesia-didominasi-milenial  Diakses pada tanggal 20 Mei 2019.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar