Senin, 09 Juli 2018

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN


Laporan Keuangan adalah hasil proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi data keuangan antara pengelola perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data-data tersebut.

Analisis Laporan Keuangan

1. Analisis Laba Rugi
2. Analisis Neraca.

Jenis – jenis Analisa Laporan Keuangan

Ø  Analisa Internal adalah analisa yang dilakukan oleh mereka yang bisa mendapatkan informasi yang lengkap dan terperinci mengenai suatu perusahaan.
Ø  Analisa Eksternal adalah analisa yang dilakukan oleh mereka yang tidak bisa mendapatkan data yang terperinci mengenai suatu perusahaan.
Ø  Analisa Horisontal adalah analisa perkembangan data keuangan dan data operasi perusahaan dari tahun ke tahun guna mengetahui kekuatan aatu kelemahan keuangan perusahaan
Ø  Analisa Vertikal adalah analisa laporan keuangan yang terbatas hanya pada satu periode akuntansi
Teknik – teknik Analisis Laporan Keuangan
Teknik analisis laporan keuangan, yaitu:
1.      Analisa perbandingan
Analisa perbandingan dilakukan berdasarkan laporan keuangan yang disusun secara horisontal dan dibandingkan antara pos yang satu dengan pos yang lain
2.      Common size
Teknik common size menggunakan pola atau teknik penyederhanaan angka dalam laporan keuangan untuk neraca biasanya menggunakan total aktiva atau total pasiva sebagai dasar dengan angka 100%.
3.      Analisis indeks dan trend
Analisis laporan keuangan disusun berdasarkan laporan keuangan beberapa periode. Analisis ini mengubah semua angka dalam suatu laporan keuangan pada tahun dasar menjadi angka 100 atau angka indeks. Pemilihan tahun dasar tidak selalu berpatokan pada tahun yang paling awal, tetapi tahun yang dianggap normal.
4.      Analisis rasio
Teknik analisis rasio dilakukan dengan membandingkan data laporan keuangan dengan pos keuangan yang relevan dan signifikan.

1.  Current Ratio
Carrent ratio = Aktiva lancer / utang lancer =1388:421 = 3.30
        Current ratio menunjukan kemampuan perusahaan untuk membayar utangnya yang harus segera dipenuhi dan current ratio merupakan ukuran yang paling umum kesangggupan perusahaan untuk membayar jangka pendek.

2.  Cash Ratio (Ratio of immediate solvency)

                       Kas + surat berharga
Cash Ratio   = Utang lancer
       
        Cash ratio menunjukan kemampuan perusahaan untuk membayar utang jangka pendek dengan kas yang ada dan surat berharga yang segera dapat diuangkan.

3.  Quitck Ratio (Acid test ratio)
Dlm quick ratio hanya menggunakan beberapa elemen aktiva lancar yaitu kas, piutang dan suratberharga :

                      Aktiva lancar-sediaan
Quick ratio=    Utang lancar

4.  Net Working Capital To Total Asset Ratio
Net working capital to asset ratio dan ini digunakan untuk menentukan kebijakan investasi dan dana yang diperoleh.

Net working capital to total asset rati =  Aktiva lancer-utang lancar
                                                                Aktiva tetap

5. Interval Measure (Defensive interval ratio)
Interval measure menghubungkan antara defensive asset dengan taksiran rata-rata pengeluaran kas untuk operasi dalam setiap harinya.

Interval measure = Kas+Surat berharga+Piutang
                          Taksiran rata-rata pengeluaran


Tidak ada komentar:

Posting Komentar